ETIKA

img_9666

Berdiri teratur

berjalan ada cara

berlari harus ada panutan

tapi apakah…

apakah tanya panah berbalik?

atau jalan yang lurus?

yang tampak damai itu

adalah kamu….

 

Alasan menjadi gigolo

unnamed

Banyak faktor yang menyebabkan pria memilih profesi sebagai gigolo. Kerasnya persaingan mencari nafkah di ibukota, membuat para pria-pria panggilan ini cenderung memilih jalan pintas. Dalam hitungan waktu yang tak begitu lama, para gigolo dapat memperoleh pundi-pundi uang dengan cepat.

Menurut Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, ada dua faktor pria memutuskan jadi gigolo. Pertama faktor ekonomi. Berangkat dari kemiskinan, mereka terkejut dengan easy money hasil menjual diri. Faktor kedua karena sang pria memang memiliki seks menyimpang.

“Pria jadi gigolo karena senang seks dengan wanita yang lebih tua.

Dalam kamus gangguan jiwa, gigolo tidak terdaftar. Tidak ada kriteria khusus yang dapat diketahui dalam diri pria sebelum menjadi gigolo. Hampir semua pria bisa menjadi gigolo jika tidak memiliki kontrol diri yang baik.

“Kontrol diri rendah pria mudah jadi gigolo,” imbuhnya.

Lingkungan sekitar juga bisa menjadi pengaruh tetapi tidak bisa menjadi indikasi. Masa kecil kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dapat juga mempengaruhi seseorang ketika tumbuh menjadi pria dewasa. Pasti kebutuhan dan tekatnya…

KISAH

Aku punya pasangan…
Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari bapak ibu
Saat aku sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada bapak ibuku
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat susah aku peluk ibu
Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk aku kalahkan ibuku jadi pembantu
Saat sambut valentine slalu aku beri hadiah pada pasangan
Saat sambut hari ibu aku jarang ucapkan selamat hari ibu
Dimanapun selalu aku ingat pasanganku
Dan Kapanpun Selalu ibu yang ingatkan aku
Setiap saat aku akan BBm pasanganku
Kalau ingat aku sms ibuku
Setiap waktu aku belikan hadiah pasanganku
Entah kapan hadiah untuk orang tuaku
Renungkan:
“Kalau kau sudah habis belajar dan bekerja…
bolehkah kau kirim uang untuk ibu?
Ibu tidak minta banyak….
lima puluh sebulan pun cukuplah”…..
Berderai air mata bila jika kita mendengarnya…
tapi kalau ibu sudah tiada
Ibu aku rindu…
bapak aku rindu…
ku rindu….
sangat rindu…
Berapa banyak yang sanggup kau berikan padanya…
berapa kali aku bisa melap mutahnya?
Berapa banyak yang sanggup….
membersihkan najis mereka?!
berapa banyak yang sanggup
membuang ulat dan membersihkan luka-luka kudisnya?!….
berapa banyak yang mau berhenti bekerja?!
berhenti meninggalkan pasanganmu?!!
untuk menjaganya?!…..

Berapa?!!!

Apa?!!!

Yang telah ….

30-doa-ibu

Ini ceritaku 10 tahun lalu temen-temen heeee

Saudaraku adalah kalian, seluas samudra biru