9 HAL BERHARGA DALAM HUBUNGAN SEX

 

top-family-4-saat-mesra-dengan-suami-istri-jangan-lewatkan-hal-ini-BKJgsGt629.jpg

1. Jangan ada perasaan malu sama pasangan. Perasaan malu hanya merugikan, percintaan menjadi tidak tolatitas. Kurang greget. Komunikasi terbuka sex anda adalah wajib.

2. Mulai dengan pemanasan romantis sebelum penetrasi, bisik-bisik mesra, tatapan mengoda, belaian manja dan tatap bola mata pasangan membuat semakin dalam hasrat.

3. Jangan pernah tinggalkan ciuman bibir sebab ciuman bibir mempererat ikatan batin. Semakin lama pasangan berciuman bibir membuktikan pasangan itu terjaga ketentraman, kesetiaan dan cintanya.

4. Sesekali lakukan telanjang bulat didepan pasangan. Tapi awas, bodi kurang bagus akali posisi.

5. Rabaan, jilatan (mandi kucing) sangat bagus di lakukan. Sensasi yang ditimbulkannya sangat luar biasa terasa menyentuh dalam jangka waktu lama.

6. Jangan pernah pasif. Menerima enaknya saja membunuh secara perlahan candu cinta itu sendiri. Menimbulkan kejenuhan, keenganan, males tidak bergairah.

7. Penetrasi lakukan dengan irama. Hindari gerakan monoton.

8. Film biru (porno) bagus bagi pasangan kurang komunikasi sex. Tonton bersama sehingga tahu tehnik bercinta!

9. Dan awas bila gairah anda berkurang jangan lupa lakukan terapi olah raga, minum vitamin, herbal MADU CINTA he…

Iklan

PERAWATAN

154617_pasanganolahraga

Terkadang, Anda sudah merasa melakukan semua perawatan dengan benar. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan wanita atau pria dalam perawatan kecantikan. Apa saja?

1. Model potongan rambut yang monoton
Tentu, mempertahankan model potongan rambut selama bertahun-tahun tak tepat. Sebaiknya, lakukan perubahan kecil pada potongan rambut agar penampilan Anda lebih segar secara keseluruhan.

2. Kurang tidur
Tidur sangat penting untuk kulit. Selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan, mengurangi toksin dan mendistribusikan nutrisi ke sel-sel tubuh.

3. Terlalu menghindari lemak
Kekurangan asupan lemak dapat menyebabkan kulit jadi kering, bersisik, dan rambut bercabang. Anda dapat mengonsumsi lemak nabati untuk mendapatkan kulit indah tanpa mengorbankan bentuk tubuh.

4. Lupa berolahraga
Olahraga tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga membuat kulit berseri karena meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Apalagi sekarang tak ada lagikata tak ada waktu sebab telah menjamur tempat fitnes bahkan buka 24 jam.

5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan
Kuas atau spons bedak yang kotor akan menumpukkan kuman pada wajah kulit dan menimbulkan jerawat. Bersihkan 2 minggu sekali dengan menggunakan air suam-suam kuku. Atau kalau perlu alat berlogam di rebus samapi 100 derajat.

6. Salah menggunakan kosmetik
Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebih dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit. Jadi, buang semua produk yang sudah berubah warna, tekstur dan aromanya. Usahakan menyentuh produk dengan menggunakan cotton buds atau kapas. Atau tuangkan sedikit ke telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke wajah.

7. Tidur tanpa membersihkan make up
Make up yang tidak dibersihkan dapat menyumbat pori, menimbulkan jerawat, dan iritasi pada mata. Kulit butuh waktu untuk memperbarui sel-sel. Tetapi karena pori-pori tersumbat, proses ini menjadi terhambat, sehingga membuat kulit menjadi kusam.

8. Mandi lama dengan air panas
Kedengarannya menyenangkan, tetapi ini dapat membuat kulit jadi kering. Batasi waktu mandi hanya selama kurang lebih 3 menit dengan suhu air yang tak terlalu panas. Selalu gunakan pelembab segera setelah mandi untuk mencegah kulit jadi kering.

9. Menjaga asupan makanan yang benar jangan berlebih dan kurang. Bagi yang kegemukan wajib menghindari gula, garam, lemak berlebih. Sebaiknya mengkonsumsi nasi merah dan jangan lupa minum VCO biar mempercepat pembakaran dan stamina tetap oke!

HOMOSEKSUAL DITINJAU DARI SYARI’AT

Dalam istilah Islam, homoseksual lebih dikenal dengan nama “al-Liwâth” yang diambil dari kata “Luth” nama seorang Nabi Allah. Dinisbatkan kepada Nabi Allah tersebut, sebab perbuatan semacam itu dilakukan pertama kali oleh kaumnya. Terkadang juga disebut dengan istilah sodomi, dari nama negri kaum Nabi Luth, Sodom.

Para ulama telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah Subhaanahu Wa’taala dan rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mencela dan menghina para pelakunya.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas.” (QS. Al-A’raf: 80-81).

Kisah kaum Nabi Luth ini menampakkan begitu jelasnya penyimpangan mereka dari fitrah. Hingga menanggapi apa yang telah mereka lakukan, Nabi Luth mengatakan bahwa perbuatan bejat seperti itu belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya.

Kenistaan perilaku homoseksual telah mencapai puncak keburukan. Hampir-hampir kita tidak pernah mendapatkan seekor hewan jantan pun yang mengawini hewan jantan lain. Akan tetapi keanehan itu justru terdapat pada manusia yang telah rusak akalnya dan menggunakan akal tersebut untuk berbuat nista.

Maka pantaslah Allah kemudian mengirim malaikatnya untuk membinasakan Kaum Luth.

“Dan tatkala utusan-utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luth, maka ia merasa susah, dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, “Ini adalah hari yang amat sulit”. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (homoseksual). Luth berkata, “Hai kaumku inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertaqwalah kepada Allah, dan kalian jangan mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku. Tidakkah ada di antara kalian orang yang berakal?” Mereka (kaumnya) menjawab, “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”. Luth berkata, “Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (maka aku akan lakukan)”. Para utusan (malaikat) itu berkata, ”Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tak akan mengganggumu, sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu, dan pengikut-pengikutmu di akhir malam, dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zholim“ (QS. Huud: 77-82).

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda akan kekuatiran beliau atas kaum yang menyimpang ini, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR. Ahmad, At-Timidzy dan Ibnu Majah. Dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albany).

Fudhail Ibnu Iyadh berkata, “Andaikan pelaku homoseksual mandi dengan setiap tetesan air langit maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak suci.”

Terdapat riwayat dari Khalid bin al-Walid Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ia pernah menemukan di suatu daerah pinggiran perkampungan Arab seorang laki-laki yang menikah dengan sesamanya layaknya menikahi seorang wanita. Maka, ia pun mengabarkan hal itu kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Lalu beliau meminta pendapat para shahabat yang lain, di antaranya ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang mengambil pendapat yang sangat tegas. Ia mengatakan, “Menurutku, hukumannya dibakar dengan api.” Maka Abu Bakar pun mengirimkan balasan kepada Khalid bahwa hukumannya ‘dibakar.’

Sedangkan Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Perlu dicari dulu, mana bangunan yang paling tinggi di suatu perkampungan, lalu pelaku homoseks tersebut dilempar darinya dengan posisi terbalik, kemudian dibarengi dengan lemparan batu ke arahnya.”

Kerasnya hukuman tersebut menunjukkan bahwa homoseksual merupakan perbuatan yang sangat nista sebagaimana dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” (HR. an-Nasa’i). “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual), maka bunuhlah si pelaku dan pasangannya.” (Diriwayatkan oleh para penyusun kitab as-Sunan).

Semoga saja masyarakat kita tidak mengalami azab seperti azab yang menimpa kaum Nabi Luth, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menghujani mereka dengan batu. Tidak tersisa seorang pun melainkan dia terhujani batu tersebut. Hingga kota mereka hanyalah kenangan yang membawa ibrah bagi yang mau berpikir. Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”. (QS. Al-Hijr: 74).

Lalu masihkah homoseksual dianggap merupakan prilaku yang wajar? Padahal Allah telah membebaskan manusia dari berbagai penyakit sosial ini, namun mereka sendirilah yang memilih untuk menyiksa dirinya. Dan memilih menunggu-nunggu datangnya azab yang telah Allah janjikan. wal ‘iyadzu billah. Wallahul Musta’an wahuwa Yahdi as-Sabil, [Marzuki Umar]

Saudaraku adalah kalian, seluas samudra biru