Bayang bayang Banjir Jakarta di Musim hujan 2020-2021

Melihat hujan pancaroba di Jakarta Ibu Kota sudah mulai tampak genangan air dimana-mana, bisa di pastikan bila musim hujan tiba bisa di bayangkan banjir tak bisa di elakkan. Menjadi PR kita semua untuk siaga mengambil langkah pengaman sebab musim hujan segera tiba.

Nomer satu sekarang amankan dokumen-dokumen penting bila anda warga Jakarta terlebih bila daerah anda rawan banjir. Pikirkan langkah mengungsi dan siapkan minimal perkakas yg perlu dibutuhkan. Sediakan obat-obatan, minimal obat flue, sakit perut.

Siapkan diri untuk bersahabat dengan air. Semoga berguna.

IRIANA

Mungkin orang tak banyak tahu nama itu

Wanita sederhana itu adalah ibuku

Ya…. ibu kita

Beliau pendamping bapakku

Beliau biasa saja

Senyum indahnya tulus

Kesederhanaannya jadi tolak ukur

Istri-istri pejabat negeri

Saat ini.

ya… saat ini!

Tak ada pelangi di wajahnya

Tak tampak kilauan permata

Yang Seperti permaisuri dalam dongeng

Beliau tetap ibu yang sederhana

Apa yang tampak biasa saja

Sosok wanita idaman yang sederhana

Aku kagum Bu!

Beliau biasa turun gunung

Ikut bapak

Hanya beralas sendal

Berbaur dengan rakyat

Penuh kasih sayang mendamaikan

Tak ada jarak pemisah

Beliau ibuku yang penuh kasih

Slalu menenangkan

Disegala situasi dengan senyuman

Dengan suara lembutnya

Tak perduli badai menerjang

Tak perduli fitnah mengiang

Beliau tetap teguh senyum

Ibu tetap tenang dengan kesederhanaan

Sosok wanita santun, begitu sopan

Begitu mulia

Aku bangga denganmu Bu!

Terimakasih Tuhan

Kau beri kami ibu yang baik

WASPADA, JANGAN TUNGGU LAMA-LAMA

JANGAN TUNGGU HARI KE 7
Waspada covid19, jangan tunggu timbulnya demam tinggi dan banyak batuk apalagi sudah sesak nafas , baru berpikir ! Nanti terlambat !

Kenali lebih awal mulai hari ke1 masuknya virus ke dalam tubuh, agar parahnya sakit bisa dicegah. Gejala demam tinggi baru muncul di hari ke 8, dimana virus sudah berhasil berkembang, merusak dan merasuk luas di dalam tubuh. Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum virus berhasil menghancurkan kita.

Perhatikan keadaan diri kita sejak kemungkinan mulai terpapar, yaitu sebagai berikut :

Hari ke 1- 3 :
• Hanya seperti masuk angin ringan.
• Makan minum masih normal.
• Tenggorokan hanya sedikit sakit.

Hari ke 4 :
• Sakit kepala ringan.
• Badan sedikit anget, sekitar 36.5°C.
• Sakit tenggorokan ringan.
• Suara mulai serak.
• Selera makan mulai terganggu.
• Indera Perasa/Pengecap “hilang”
• Indera penciuman juga menghilang.
• Sedikit diare ringan.

Hari ke 5 :
• Sakit tenggorokan.
• Suara serak.
• Badan mulai terasa meriang.
• Temperatur sekitar 36.5 – 36.7 °C.
• Badan terasa lelah, cape, sakit.
• Jari² dan persendian terasa sakit.

Hari ke 6 :
• Mulai demam ringan sekitar 37°C.
• Batuk kering atau sedikit berlendir.
• Sesekali terasa susah bernapas.
• Sakit Tenggorokan ketika bicara.
• Sakit waktu makan dan menelan.
• Mual dan mungkin muntah.
• Ada diare.

Hari ke 7 :
• Demam agak tinggi 37.4 – 37.8 °C.
• Batuk lebih banyak dan berdahak.
• Napas pendek² dan tetap.
• Kepala sakit kepala dan berat.
• Nyeri² seluruh tubuh.
• Diare bertambah.

Hari ke 8 :
• Demam tinggi 38°C atau lebih.
• Sulit bernapas, dada terasa berat.
• Sakit kepala, punggung dan sendi².
• Batuk terus menerus.
• Sulit berbicara, seperti bisu.

Hari ke 9 :
• Semua gejala tidak berubah.
• Batuk bertambah parah.
• Demam tak menentu, tak teratur.
• Napas bertambah Sulit.
. Keadaan bisa memburuk dan dapat terjadi membutuhkan pertolongan intensif.

Bila waspada di hari ke 1-3 tingkatkan daya tahan tubuh, minum suplemen2 antioxidant serta sedia parasetamol, mungkin penyakit ini dapat dihalau untuk berakhir sebelum parah dan kesembuhan boleh didapatkan.

Gejala hari ke 1-3 sangat² ringan dan sering terabaikan tak terdeteksi.
Mungkin hari ke 4 baru mulai curiga. Cepat isolasi mandiri, banyak minum air hangat ,berjemur diri, banyak cuci tangan, cuci muka, ganti baju. Makan makanan yg bergizi dan minum supplemen2.

Selamat bersikap dan waspada. Tetap tenang namun bijak. Hindari kemungkinan terpapar sebisa mungkin. Semoga berhasil “berperang” melawan covid dan semoga kita tetap sehat.

TAPI GEJALA INI BERVARIASI YA TERGANTUNG SISTEM IMMUN DAN GEJALA COMORBID YANG ADA SEBELUMNYA.

Terima kasih sudah membaca.🙏
Semoga bermanfaat

Saudaraku adalah kalian, seluas samudra biru